Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Mengatasi Konflik

 


Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa berinteraksi dan berhubungan dengan manusia lainnya. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan bentuk yang sempurna. Kesempurnaannya itu meliputi jasmani dan rohani. Jasmani yang disebut juga dengan tubuh atau badan mampu bergerak atau beraktivitas sebebas mungkin. Dengan kakinya manusia dapat melakukan kegiatan berjalan, berlari, melompat, mengayuh sepeda dan lain sebagainya. Dengan tangannya manusia dapat memegang, menyentuh, menggenggam, menarik, mendorong dan lain sebagainya. Bagian anggota badan lainnya, manusia dapat melihat, mendengar, mengecap rasa, mengendus bau. Dan semuanya itu dinamakan dengan panca indera. Dari segi rohani atau jiwa, manusia diberi kelebihan akal dan pikiran. Itulah kelebihan manusia diantara mahluk lainnya yaitu hewan dan tumbuhan. Dengan akalnya dan pikirannya manusia berkembang untuk membangun peradaban. Dan dengan akal pikirannya pula manusia mampu membuat kebudayaan berdasarkan kondisi alam, lingkungan, letak geografis dan lain-lain. 


Kembali kepada tulisan di awal tentang manusia sebagai mahluk sosial. Bahwa kegiatan hubungan interaksi manusia dengan manusia lainnya dapat memunculkan kondisi yang positif dan juga negatif. 

Seperti yang sudah kita bahas di atas, akal dan pikiran manusia digunakan untuk menjalin interaksi dan juga komunikasi. Kondisi positif yang dapat kita alami dan rasakan ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama manusia adalah bahwa kita sebagai manusia akan mendapat wawasan baru, keterampilan baru dan pengetahuan baru. Yang mungkin tadinya kita tidak mengetahui sesuatu, tetapi setelah melakukan interaksi dan komunikasi dengan manusia lainnya maka kita akan menjadi manusia yang memiliki wawasan, keterampilan dan pengetahuan yang baru. Namun di samping itu pula, manusia dapat mengalami hal-hal yang negatif setelah melakukan interaksi dan komunikasi dengan manusia lainnya. Interaksi sosial yang salah dan keliru atau komunikasi yang salah dan keliru dapat menyebabkan manusia satu dengan manusia lainnya mengalami konflik. Baik itu konflik yang disengaja ataupun konflik yang tidak disengaja. Konflik yang terjadi antar manusia dapat berlangsung sebentar atau lama. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri menyikapi situasi konflik.  Definisi konflik menurut  Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed dalam bukunya berjudul "Konflik Etno Religius Di Asia Tenggara",  merupakan a fight, a collision, a struggle, a contest, opposition of contest, opinions or purposes, mental strife, agony. (suatu pertarungan, suatu benturan, suatu pergulatan, suatu pertarungan, pertentangan kepentingan-kepentingan, opini-opini, tujuan-tujuan, pergulatan mental, penderitaan batin. (2018: 1)


Ada beberapa pertanyaan menarik yang dapat kita ajukan tentang konflik. Yaitu bagaimanakah konflik itu bisa terjadi ? Apa yang melatarbelakangi terjadinya konflik ? Bagaimana sikap kita bila terlibat dalam suatu konflik ? Bagaimana cara mengatasi konflik ?

Posting Komentar

0 Komentar